Jumat, 18 Februari 2011

Hukum Rimba vs Hukum FPI

Saya mendengar beberapa kawan punya cerita di warung kopi di sebuah sudut jalan Makassar. Ada sekitar enam orang. Mereka beradu mulut tentang kelakukan Front Pembela Islam (FPI). Cercaan dan lawakan untuk FPI begitu banyak. Rat-rata gemas dan merasa sangat dirugikan oleh kelakukan orang-orang yang tergabung didalamnya. “Sok tahu,”
Sok suci,”
Sok merasa benar dan sok merasa Islam sendiri.”

Seperti itulah beberapa nada mereka yang keluar. Ada juga yang lain, “Lebih baik Ahamdiyah itu diadu dengan FPI, yang kalah (duel), maka jangan mengganggu. Begitu toh.”

Selasa, 08 Februari 2011

Menyanjung Toraja Lewat Pesta



Pada 28 Desember 2010, udara yang berhembus pada sore hari cukup dingin. Kabut mulai bermunculan seperti selimut alam yang nyenyak. Di sebuah rumah duka di Desa Deri Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara, Semuel Padda, mengisap rokok dengan nikmat. Dia duduk di sebuah lumbung. Di depannya, ada tongkonan besar. Di teras tongkonan ada sebuah peti jenasah, beberapa orang perempuan duduk dengan pakaian hitam.

Ada yang menitikkan air mata, ada yang memegangi peti, ada pula yang berdoa. Mereka bergantian menjaga jenasah itu saban hari, ada yang bertugas malam ada juga pada siang hari. Di depan tongkonan patung duplikasi Theresia Tangdo Pole atau Nenek Tapuk sedang duduk dengan tangan kedepan. Theresia adalah jenasah yang berbaring dalam peti itu sejak 2008.