Selasa, 29 Desember 2009

Farid dan Yunus Punya Cerita



Badannya tak kekar. Kalau jalan tak tegap, bila ingin membaca harus menggunakan kaca mata. Dia itu wartawan Pena Indonesia, mantan Redaktur Pelakasana Majalah TEMPO, pernah meliput perang Bosnia tahun 1992 untuk harian Republika. Namanya Farid Gaban.

Melihat kondisi fisiknya sedikit bungkuk kalau berjalan, usianya 48 tahun. Tapi tak ada yang menyangka Farid bisa melakukan perjalanan jauh mengelilingi Indonesia, melihat kehidupan masyarakat kecil di beberapa pulau, menggunakan perahu dipadu dengan sepeda motor hingga berbulan-bulan. “Indonesia itu terlalu indah, jika sudah melihatnya dengan cermat,” katanya.

Farid ditemani seorang wartawan muda, mantan editor sindikasi berita PANTAU di Ende, Flores. Namanya Yunus. Beda dengan Farid. Yunus berbadan gembul. Berjenggot tebal, disertai kumis. Selalu pakai celana puntung, orang Bandung. “Harus lihat laut, jkalau mau tahu Indonesia, ini kan negara maritim. Wah cantik Indonesia ini, besar. Asyik,” katanya.