Kamis, 12 November 2009

Pesta Terakhir Menuju Surga



Wajah-wajah mumi itu memandang melotot tanpa bola mata, abadi untuk menceritakan silsilah.

NAMA tempat itu Tana Toraja seperti nama sebuah kerajaan. Tak heran kebanyakan orang mengartikannya sebagai tanah bagi para raja. Secara harafiah pengartian itu mungkin sudah tepat. Tapi anda akan keliru bila tak mencari maksud sebenarnya, Tana Toraja adalah sebuah negeri di bagian atas, negeri yang menyerupai matahari. Bulat, indah, tapi tak panas.

Pekan lalu, saya naik kendaraan umum selama delapan jam dari Makassar menuju Tana Toraja. Pemandangan sepanjang jalan ternyata cantik sekali, hamparan sawah tersusun seperti anak tangga mengikuti kontur tanah perbukitan. Sementara di atas langitnya burung elang terbang mengitari bukit dengan bebas, sesekali gagak mengganggunya hingga terdengar lengkingan.

Rabu, 04 November 2009

Selamat Jalan BPh Rompas

Seperti terlelap, kau tertidur dalam peti. Jas hitam hitam, sepatu, kaos tangan putih, celana kain abu-abu. Tanganmu terlipat tepat di dada. Kini selamanya kau pergi, di halaman rumah karangan bunga ungkapan duka cita berderet, tapi semua dari militer. Tak ada karangan bunga dari media, seperti pekerjaanmu dulu.

BPh Rompas, kau lah fotografer tua itu.

Ketika itu, kudengar kabarmu terbaring lemah di ICU rumah sakit Akademis. Dua kali perut dibelah oleh pisau tajam dari dokter, karena virus tumor di dekat usus. Kau tak sadarkan diri hingga satu bulan lebih.

Kata anak perempuanmu, kondisimu sudah terus turun, drop. Beberapa selang dan bantuan pernapasan terpasang di tubuh. Kau tak dapat ditemui, bicaramu sudah tak jelas. Kau hanya mendengar bila seseorang membisikimu, lalu kau tersenyum